Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Strategi pemasaran digital, yang kita kenal dengan digital tourism akan menjadi salah satu senjata andalan kementrian pariwisata untuk mencapai target – target wisatawan manca Negara. Dimana menurut saya langkah ini merupakan hal yang sangat tepat dimana kita tahu bahwa zaman sekarang adalah zaman serba digital. Hal ini terbukti dimana pariwisata Indonesia mendapatkan banyak penghargaan. Kunjungan wisatawan terus meningkat tiap tahunnya. Dari yang kita tahu saat ini ada sebuah komunitas yang dibentuk oleh kementrian pariwisata republik Indonesia adalah genpi generasi pesona Indonesia. Genpi sendiri melakukan promosi pariwisata melalui digital yang merupakan program wisata go digital terdiri atas anak – anak yang berjiwa muda yang melakukan promosi melalui media social seperti blog, facebook, twitter, line, instagram dan lain lain karena focus promosi dalam dunia digital, anggota genpi sering dijuluki ‘Laskar Digital’. Menurut saya pembentukan komunitas ini merupakan salah satu cara yang cerdik, dimana era sekarang era milenial dan mengajak anak – anak berjiwa muda kedalam rencana pariwisata Indonesia secara digital telah terbukti keberhasilannya. Dan juga kondisi pasar sudah berubah, wisatawan melakukan perjalanan dimana dari kondisi mulai melihat – lihat. Kemudian membayar paket wisata yang dinikmati. Pemasaran – pemasaran tersebut membuat wisatawan dengan mudah berkunjung ke Indonesia. Jadi kesimpulannya saat ini era digital akan membuat pariwisata Indonesia menuai keberhasilan selama kita kita membuat pemasaran pariwisata tersebut dengan kreatif dan inovatif.
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengajak para pelaku industri pariwisata yang tergabung dalam ASITA untuk menggalakkan digital dan milennial tourism di Indonesia.Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pentingnya isu. Digital & Millennial Tourism untuk dikembangkan dan digalakkan di Indonesia.“Syaratnya go digital. Tanpa itu, kita tidak akan bisa bertumbuh makin tinggi. Dan kita sulit bersaing dengan pasar dunia yang semakin ketat,” Dia juga menekankan, Pemeritah terus mendukung industri pariwisata di Indonesia, untuk menjadikan sektor pariwsata menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar di Tanah Air salah satunya dengan cara digitalisasi.Arief Yahya mengatakan, peran pemerintah melalui Kementerian Pariwisata yang paling utama adalah mendukung para pelaku Industri untuk tumbuh dan berkembang. “Industri lead and goverment support. Pemerintah melayani industri bukan sebaliknya. Ini patut disyukuri komitmen kuat dari Industri dan harus dijaga oleh semua elemen Pentahelix, ABCGM (Academician, Business, Community, Government, Media). Kemenpar mendukung ASITA,” kata Menpar Arief Yahya. Menpar Arief juga menjelaskan pertumbuhan pariwisata di Indonesia menjadi salah satu paling tercepat di dunia. Untuk itu pemerintah fokus pada dua hal, yang pertama deregulasi dan yang kedua adalah digitalisasi. Menurut dia, transformasi melalui digital saat ini paling tepat dilakukan karena hampir 70 persen wisatawan ke Indonesia sudah menggunakan digital. “Di pariwisata, ‘search and share’ itu 70 persen sudah melalui digital. Sudah tidak lagi bisa mengandalkan ‘walk in service’, menyuruh pelanggan datang langsung ke kantor travel agent untuk reservasi tiket dan memilih paket wisata,” kata Menpar Arief Yahya. Selain itu, Menpar juga mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin dengan ASITA selama ini. Menpar mengharapkan kerja sama dengan ASITA terjalin dengan semakin baik di kepengurusan baru. Dalam Rakernas DPP ASITA 2019, Menteri Pariwisata juga melantik Ketua sekaligus jajaran Dewan Pengurus Pusat ASITA untuk masa bakti 2019-2024 di Balairung Soesilo Sudarman, Gedung Kementerian Pariwisata, Jakarta. Peran industri pariwisata yang tergabung dalam ASITA, kata Arief Yahya, sangat penting untuk menjadikan sektor pariwisata memiliki daya saing. Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Nunung Rusmiati yang baru saja dilantik menambahkan pihaknya sangat mengapresiasi dukungan pemerintah yang selalu ada di belakang industri. “Terima kasih kepada pemerintah yang mendengarkan keluhan industri kami terkait tiket pesawat yang sudah mulai turun. Dampak kenaikan tiket pesawat sangat terasa sekali lantaran penyebaran wisatawan menjadi tidak merata di Indonesia. Dan pemerintah sudah melakukan banyak hal untuk membantu industri pariwisata,” ujarnya.
Deputi Bidang Industri dan Kelembagaan Kemenpar, Ni Wayan Giri
Adnyani menegaskan, Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan Goes to Campus digelar
dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan wawasan SDM pariwisata. Dari
kegiatan ini, dia berharap muncul kader-kader pariwisata yang bisa
berpartisipasi dalam mengembangkan wisata berkelanjutan.
“Pariwisata terbukti mampu meningkatkan ekonomi dan perkembangan industri.
Karenanya, Kemenpar mendorong pariwisata melalui penguatan SDM. Yang jelas,
pariwisata memiliki spektrum fundamental pembangunan yang lebih luas. Antara
lain sebagai alat persatuan dan kesatuan bangsa, penghapusan kemiskinan
(poverty alleviation), dan pembangunan berkesinambungan (sustainable
development),”
Asisten Deputi Pengembangan SDM Pariwisata dan Hubungan Antarlembaga Kemenpar
Wisnu Bawa Tarunajaya menjelaskan, melalui SDM yang kompeten akan tercipta
suatu proses pelayanan yang berkualitas. Dengan kata lain, mampu memberikan
nilai (value) kepuasan bagi pihak yang menerima
pelayanan jasa yaitu wisatawan
“Sudah saatnya setiap destinasi wisata menggunakan digital sebagai materi promosinya. Look-Book-Pay harus diperhatikan oleh para pelaku destinasi. Wonderful Startup Academy ini untuk menciptakan ekosistem agar Indonesia menjadi destinasi wisata utama mancanegara,”
This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.
Why do this?
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.
When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.